Kamis, 07 Agustus 2014

COKELAT & SI COKELAT (by de2ayu)

Hari ini saya terlambat datang karena pergi membeli cokelat Ferrero Rocher di sebuah pasar swalayan. Cokelat yang sejak SMA sampai detik ini masih jadi favorit saya, namun sangat jarang saya makan karena harganya yang kurang bersahabat dengan isi dompet. Saya hanya sanggup memborong cokelat Ferrero Rocher sebulan sekali, setiap habis gajian! Hehehe....

Tapi, dalam bulan ini, ini sudah ketiga kalinya saya datangi pasar swalayan itu hanya untuk membeli satu pak cokelat Ferrero Rocher. Saya sunat bujet buat makan sehari-hari termasuk bujet buat bepergian dan hang out sama teman-teman yang rutin saya lakukan, hanya agar Si Ferrero Rocher bisa selalu ada dalam genggaman.

Yap. Entah kenapa, lidah saya setiap hari selalu menagih lumeran cairan  manis itu, berikut kriuk-kriuk kres-nya. Seketika, perasaan melayang dan senang tiada terkira datang saat Si Ferrero Rocher mengintervensi mulut kecil saya. Hmmmm, sepertinya Si Ferrero Rocher ini satu keluarga dengan daun yang sering dilinting oleh teman di sebelah bangku saya. (Piss Gims! Hahaha....)

COKELAT! Saya pandangi Si Ferrero Rocher yang sekarang saya taruh di bawah monitor komputer.Walau banyak penjelasan ilmiah tentang cokelat yang sudah saya baca, tapi efek senang yang diberikan oleh Si Ferrero Rocher tetap saja sebuah misteri yang belum terpecahkan bagi saya. Seperti halnya, efek senang yang diberikan oleh seorang cowok berkulit COKELAT, yang belum lama ini saya kenal. 

Hah! Dari mana datangnya manusia ini, Tuhan? Kenapa Kau tiba-tiba kirimkan dia pada saya? Saya masih belum habis pikir, bahkan hingga tarikan dan hembusan nafas saya barusan....

Maaf Tuhan, saya bukannya protes. Saya justru senang Kau kirimkan dia pada saya. Sebab, ternyata dia memiliki "sesuatu" yang belum pernah saya temui sebelumnya dalam diri cowok-cowok yang saya kenal. Kecuali, dalam diri ayah dan kakak-kakak saya tercinta. Paling tidak dia sudah berhasil menjawab pertanyaan saya tentang roti buaya, meski belum cukup memuaskan menjawab pertanyaan saya tentang mata udang yang menonjol keluar. (At least, dia sudah berusaha!)

Well, meski saya masih suka terkaget-kaget ketika ngobrol dengannya, tapi saya senang karena banyak hal yang bisa saya dapatkan darinya. Isi kepalanya yang dia ungkapkan melalui mulutnya, memaksa saya untuk kembali belajar memahami seseorang. Bahkan ketika isi kepalanya itu dia ungkapkan dengan cara berputar-putar layaknya membacakan sebuah karya sastra. Bikin saya pusing!

Maaf Tuhan, saya bukannya protes. Saya justru senang Kau kirimkan dia pada saya. Hanya saja, sejak pertama saya kenal dengannya, saya sudah merasa ada begitu banyak perbedaan antara saya dengan dia. Seperti yang pernah dia bilang, "Kita itu ibarat kutub positif dan kutub negatif. Tapi, gue kutub positifnya dan lo kutub negatifnya, hehehe....". (Oooh, saya baru tahu kalau saya sudah bereinkarnasi jadi magnet?!)

Yap. Mungkin dalam soal prinsip dan pandangan hidup, sejauh ini kita memiliki banyak persamaan. Begitupun soal mie ayam, semur jengkol, nasi goreng, tauco tahu.... Cuma, soal sifat? Upssss..., sepertinya lumayan berbeda! Misalnya saja, soal sensitivitas alias kepekaan yang begitu minim kadarnya dalam diri saya, dibandingkan dalam diri dia. Atau, soal menyampaikan sesuatu, di mana saya (selalu) lebih suka memakai prinsip "to the point", walau kadang bisa disalahpersepsikan dan dianggap menyakitkan.

Ah, apapun itu, saya berterima kasih pada-Mu, Tuhan. Sudah banyak episode kehidupan yang Kau percayakan pada saya. Berat..., ringan.... Semuanya selalu berakhir dengan menyenangkan, seperti ketika Si Ferrero Rocher membuat saya seolah memiliki sayap dan bisa pergi ke mana saja. 

SI COKELAT mungkin satu episode kehidupan baru yang Kau percayakan pada saya. Beri saya sesuatu yang bisa membuat hidup saya lebih berharga dan berarti dihadapan-Mu, melalui satu episode kehidupan yang baru ini. Saya percaya, tidak ada tujuan buruk dibalik semua episode kehidupan yang Kau percayakan pada saya.

Dan buat kamu, SI COKELAT. Welcome to my life, preeen...! Give me something, don't make me nothing....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar